Sabtu, 26 Mei 2012

MIMPI

         Ribuan bintang hiasi malam. dalam heningnya aku melayang. nyanyian melata hadirkan warna. temaniku dalam bayangan cinta. bayangan indah yang ku yakin nyata. aku menatap jauh menerobos kesunyian malam. menatap wajah indah dalam bayangan. dia tersenyum bersama bintang.menatapku penuh cinta dan kasih sayang.
              
           Setahun telah bersama.jalani suka duka yang ada. kegelisahan mengusik jiwa akan kebahagiaan yang tak mampu ku buat nyata. aku takut dia tak bahagia akan hadirku di sisihnya. namun aku selalu mencoba menjadi yang terbaik dalam hidupnya. sungguh aku menyayanginya. dia begitu setia. meski jiwa ini selalu menyakitinya. namun cintanya kan selalu memaafkan. dan itulah yang membuat kita tetap bertahan di tengah terpaan badai.
          
          Aku masih dalam pandanganku, menatap bayangan wajah cantik yang memberi nafas dalam hidupku. ku lantunkan sebuah lagu meski dengan suara ala kadarnya. ku iringi dengan alunan guitar sekenanya..
            
 "lihat aku di sini
 kau lukai hati dan perasaan ini
tapi entah mengapa
aku bisa memberikan maaf padamu
mungkin karena cinta
padamu tulus dari hatimu
mungkin karena aku
berharap kau dapat mengerti cintaku
lihat aku di sini
bertahan walau kau selalu menyakiti
hingga air mataku
tak dapat menetes dan habis terurai
mungkin karena cinta
padamu tulus dari dasar hatiku
mungkin karena aku
berharap kau dapat mengerti cintaku
meski kau terus sakiti aku
cinta ini akan selalu memaafkan
dan aku berharap nanti engkau
mengerti bila cintaku takan mati."

        Tak terasa air mata yang menggenang akhirnya mengalir juga. malam semakin larut, mata ini tak kuat lagi menahan. alunan desahan nafasku iringi lelapku.

       Mentari pagi tersenyum ceria. burung-burung brdendang menari tertawa. kegelisahan meresap hingga ke dalam dada.j iwa yang hampa akan segera terisi. di dalam hari-harikua akan datang seorang bidadari.

       Aku segera bangkit dan menyongsong hari yang indah. liukan tawa hadirkan warna. rumah tampak bak istana. dengan hiasan janur kuning melingkar di setiap sudut istanaku. aku sungguh bahagia. semua mata tertuju dan tersenyum saat ku buka pintu kamarku. ternyata semua keluargaku begitu sibuk menyiapkan hari bahagiaku ini.

    Segala persiapan telah terpenuhi.aku segera mandi dan menata diri. kakak perempuanku datang membawakan jaz hitam yang sudah jauh-jauh hari ku persiapkan. dia tersenyum dan mengeluarkan celotehan gurauanya kepadaku. dia terus menggodaku.

    Aku segera memakai jaz hitam itu. ku lihat raga ini dalam cermin. "ya Allah, inikah aku? segala puji bagimu, dzat yang memperindah kejadianku lalu membaguskanya, memuliakan rupa mukaku lalu membaikanya dan menjadikaku dari golongan orang-orang yang berserah diri."

    Aku segera keluar. semua mata tertuju padaku. sungguh berdebar-debar jiwa ini. aku mencoba tetap tersenyum kepada semua orang.

     Waktu terus bergulir. tinggal lima menit lagi. setelah semuanya siap kita akan segera berangkat untuk menjemput sang bidadari yang tetap dalam penantian. ternyata semuanya telah siap dan kita akan segera berangkat.

      Dengan kereta kencana aku bertengger di atasnya, bak sang pangeran. bersama serombongan pasukan istana manjemput sang ratu.

       Sungguh dahsyat getaran hati ini. dari kejauhan liak-liuk alunan lagu shalawat mengalun indah.menambah getaran dalam dada. aku mencoba tetap tenang. menebarkan senyuman. ribuan mata terpukau melihat kedatangan rombongan kami. kami di sambut dengan senyuman bahagia. akupun segera turun dari kereta kencanaku. berjalan sambil menyimpan kegelisahan di jiwa. menanti cemas akan hadirnya sang ratu di depan mata.


    "Subchanallah." sontak aku tercengang. menatap sang bidadari duduk sendiri. sungguh sangat cantik.dengan gaun putih seputih salju. bermahkotakan emas di hiasi intan permata. wajahnya cerah secerah mentari. matanya bening sebening embun pagi. menyunggingkan senyuman yang memerkah semerkah bunga mawar. harumi sanubariku. inikah bidadariku ya Allah?


        Aku terus berjalan ke arah suatu majlis. kami duduk melingkar. di depanku duduk dua orang hakim nikah. di sebelah kanan dan kiri duduk kedua wali kami. di meja tepat di depanku ku taruh sebuah emas kawin yang ku bawa dari istanaku. bidadariku berjalan dan duduk di sampingku. ku tatap matanya dalam-dalam. sungguh kebahagiaan terpancar di dalamnya. diapun menatapku dan tersenyum manis.


         Prosesi akad nikahpun di mulai.
     "Ananda A'inurrouf. aku nikahkan putriku Azkiya' binti Yusuf dengan engkau A'inurrouf bin Farchan dengan emas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai."
    
      "Saya terima nikahnya adinda  Azkiya' binti Yusuf dengan seperangkat alat shalat di bayar tunai."
      
     "Alhamdulillahirobil 'alamin washolallahu 'ala syaidina Muhammad.
   Allahumma ya Allah, berkatilah kiranya kedua mempelai ini dengan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan.
   Allahumma ya Allah anugerahillah kedua mempelai ini dengan keturunan yang shaleh yang berbakti kepadamu dan taat kepada kedua orang tuanya serta berguna bagi bangsa dan agama.
    Allahumma ya Allah. Rahmatilah kami semua dengan kehidupann yang bahagia sejak di dunia sampai akhirat dan hindarkanlah kami dari adzab neraka jahannam.
    Wassalallahu 'ala syaidina muhammadin wa 'ala alih. subhana robika robbil izzati amma yasifun. wassalamu 'alal mursalin walhamdulillahirobbil 'alamin"

     Sungguh seluruh jiwa ini bergetar dan ragapun begitu kencang bergetar. nafasku masih tetap tertahan. aku masih tetap tak percaya akan kebahagiaan ini, hari yang telah lama ku nanti kini benar-benar datang. bidadariku kini telah resmi menjadi istriku. sungguh inilah kebahagiaan yang benar-benar ku buat  nyata. tak ada lagi batasan-batasan yang akan membatasi luapan cintaku kepadanya.
    
    Benar-benar indah hari ini. terlihat awan berarak berlari-larian menari tertawa. kini mentaripun tampak tersenyum lepas. burung-burung berterbangan kesana kemari menyampaikan berita bahagia ini ke semua orang.
     
   Subhanallah.. maha suci Allah dzat yang telah yang memperindah kejadianku lalu membaguskanya, memuliakan rupa mukaku lalu membaikanyadan memberikan kebahagiaan ini dalam hidupku. 


     Burung-burungpun kembali bernyanyi menari tertawa. menandakan setianya akan pagi. mentaripun tak lagi mengintip dari balik ranting. bahkan begitu jauh meninggalkan persembunyianya. kini aku benar-benar bangun dari mimpi panjangku. mimpi yang begitu indah yang ku yakini nyata. mimpi yang begitu memberikan motifasi dalam hidupku. tuk tetap menjaga cinta ini sampai waktuku tiba nanti..




---<********A*******>---





kini waktu itu telah berlalu
tak lagi ada senja di tepian danau itu
tak lagi ada mimpi - mimpi di setiap lamunanku
yang ada hanyalah dahan - dahan kesepian
oleh gugurnya daun - daun tertiup angin.


"di tepian malamQ."
    

 

0 komentar:

Posting Komentar

 
;