Burung-burung
berdendang ria. menunjukan setianya akan pagi. mentaripun menampakkan batang
hidungnya dengan senyumnya yang ceria. namun pagi itu menjadi pagi yang teramat
dingin. karena guyuran hujan semalam membasahi kota itu.
Di atas ranjang si choco anak
kelas 2 sma yang bertubuh mungil terbaring menikmati mimpinya. wajahnya di
tutup bantal. sinar mentari menembus jendela kamarnya. hembusan angin pagi
menyelimuti tubuhnya.
Waktu menunjukan pukul tujuh kurang
lima belas menit. padahal hari itu seperti biasa, dia harus menjalankan
kewajibanya berthalabil 'ilmi. di tengah mimpinya yang indah. suara keras
setengah membentak memekakan telinga.
"Chocoo...cepat
bangun...!!!"
Suara itu mengetarkan seluruh ruangan dan ranjangpun ikut
bergoyang bagai terserang gempa. wanita cantik bertubuh oversize berjalan dari
arah pintu dengan mata melotot tajam. yang tak lain adalah ibunya yang geram
melihat tingkah laku anaknya.
Chocopun melompat dari
tempat tidurnya meninggalkan mimpinya yang indah.
"iya buuuk....."jawabnya terpaksa.
"sudah siang begini, kenapa belom bangun juga.. mau jadi apa
kamu...?!"
ibunya yang meluapkan kekesalanya berbicara tanpa titik koma. si
Choco tampak begitu cemberut dan lesu seakan enggan meninggalkan ranjang
kesayangannya. mau tak mau diapun harus menyentuh dinginya air pagi itu . namun
tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi. tak tau apa yang di lakukanya di
dalam. setelah itu di ambilnya baju seragam dari dalam lemarinya. buku-buku pelajaran
yang belum tertata segera ia persiapkan. ibunya yang tak pernah capek
ngomel-ngomel sekarang sedang sibuk membersihkan rumah.
Setelah lama-lama di depan kaca
akhirnya diapun keluar juga dari kamarnya. dengan memanggul tas dan menjinjing
sepatu di tangan kanannya. di taruhlah sepatunya di depan pintu rumah. kemudian
dia masuk kembali ke dalam, menuju ke meja makan Choco begitu buas menyantap
makanan yang sudah dari tadi pagi di siapkan ibunya. tak sedikitpun makanan
yang di sisakannya. yang tersisa hanya piring kotor dan tumpahan kuah yang
mengotori mejanya. ibu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah
laku anaknya.
Setelah kenyang Chocopun teriak
begitu nyaring.
"ibuuuk...Choco berangkat..."
Tanpa mencium tangan ibunya diapun berangkat seperti tanpa beban.
dia berjalan sambil mengunyah-ngunyah sisa makanan di mulutnya. menyusuri
pinggiran jalan sambil mengayun-ayunkan tasnya. walaupun umurnya sudah
menginjak 17 tahun . sifat kekanak-kanakanya tak pernah hilang. tubuhnya yang
pendek dan agak gemuk tak mengherankan siapa saja yang melihat tingkahnya.
"Chocoo....."seorang temanya memanggil.
"hay rino.."sapa choco.
"... … "
"gimana PR matematika lw? udah selesei belom? sini gw pinjemin
dunz!" ucap Choco. anak malas yang kerjaanya hanya menggantungkan diri
pada temanya.
"belom cho, habis soalnya sulit-sulit bangett sih"jawab Rino.
"gimana sih. PR gitu aja ngga' bisa ngerjain. dasar begoo lw..."
mereka berdua berjalan bareng menuju sekolahanya. di tengah
perjalannanya si Choco begitu jahil. sudah puluhan cewek yang di godanya.
Di tengah asiknya
dia godain cewek.tiba-tiba terdengar suara sangat keras dari kejauhan.
"bbrrrruuuuaakk....."
seperti sebuah kecelakaan. si Rino segera berlari mendekati sumber
suara. sedang si Choco masih asik menggoda cewek-cewek. ternyata benar sebuah
kecelakaan terjadi di pagi itu. sedan merah berhenti dengan darah mengalir
bagai aliran sungai di depanya. orang-orang berlarian mendekati tempat
kejadian. mereka berjajar rapi membentuk lingkaran di sekililing korban. dalam
waktu sekejap. korban yang tergeletak tak terlihat lagi dari kejauhan.
Choco yang dari tadi keasikan nggodain cewek. baru sadar kalo ada
kejadian yang tak biasanya ada di hari-harinya. dia segera berlari mencari tau
apa yg terjadi. di tengah langkahnya dia berpapasan dengan seseorang yang baru
saja melihat.
"ada apa bang?" tanya choco..
"ada kecelakaan" jawab orang itu
"siapa yang tertabrak?" choco tanya lagi..
"tau lihat aja ndiri!" jawab orang adi ketus.
Chocopun kembali berlari. dia sudah
dekat dengan tempat kejadian. namun begitu banyaknya orang yang ingin
melihat.tak sediktpun celah yang memperlihatkan keadaan si korban.
choco yang bertubuh pendek dan agak gemk berusaha menjulurkan
lehernya mencoba meraih pandanbgan dari atas,namun dia tak berhasil.dia
berputar-putar mengelilingi kerumunan orng.mencri celah yang barang kali bisa
di lewati.tak sedikitpun celah yng bisa di lewatinya.
Rasa penasaranya semakin
menggebu-gebu. dia mondar-mandir ke sana kemari mencari cara. cukup lama dia
mondar-mandir dan tiba-tiba langkahnya terhenti. raut wajahnya berubah
menebarkan senyuman. bagai bola lampu yang menyala setelah matinya. dia begitu
semangat dengan idenya. dan diapun mendekati kembali kerumunan orang dengan
penuh percaya diri.
Dan tiba-tiba,
dia berteriak begitu kencangnya..
"minggir semuaaa........!!! yang tertabrak
saudaraku..............."
Suaranya menggetarkan gendang telinga semua orang. hingga menusuk
ke dalam dada. seketika kerumunan orang yang dari tadi kokoh layaknya tembok
china. terbelah bagai terbelahnya lautan merah. puluhan pasang mata tertuju
pada si Choco. kini terlihat jelaslah siapa yng menjadi korban kecelakaan itu.
Sontak diapun shock dan tak sadarkan
diri. dan tersungkurlah dia di tengah jalan. setelah apa yang di lihatnya
adalah seekor kambing kerdil dan bertubuh gemuk yang tertabrak mobil sedan
merah saat menyebrang jalan..:)
@chococholish.
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact