Bismillahirrochmanirrochim.
Hembusan angin begitu dingin menerpa
kota bogor. Membelai hangat ke sekujur
tubuhku. Aku tak mampu melarang hasrat pena ini tuk menari di atas lambang
kesucian ini.
Dalam hati kecil ini. Tak mampu lagi memuat untaian
kata-kata. Sehingga menerbangkan hasratku untuk kembali menari.
Seiring waktu yang terus berlalu,
seolah menghapus jejak langkah kakiku. Biarkan semua berlalu tanpa jejak dan ku
pahami itu. Akan waktu yang tak mungkin kembali.
Arti akan adanya torehan pena ini tuk
jadi teman sejati di setiap langkah kakiku. Sebagai pengikat akan pudarnya
memori.
Sholawat salam semoga selalu mengalun
merdu oleh petikan dawai hatiku. Cahayamu yang bak mentari menyinari bumi. Wahai
Muhammad nabiku.
Hidayah dan Rachmatmu bercucuran
menyegarkan jiwa kotor ini. ampunilah noda yang mengotori lembaran kehidupan. Oleh
karakter asalnya yang putih dan suci. Ya Allah,semoga dawai hati ini selalu
mendawamkan syukur atas rachmatmu.
Penari pena ini begitu syarat akan
celah yang tak mampu tertutupi. Berjuta harapan akan adanya torehan pena ini
tuk buatku lebih baik di setiap detik yang ku lalui.
@Cholish ibnu Ilyash ibnu Farchan..

0 komentar:
Posting Komentar